Tingkatkan Mutu Akreditasi, LPM UNUHA Hadirkan Dewan Pembina LAMDIK dalam Pelatihan IAPSK 2.0

WhatsApp Image 2025-08-05 at 16.40.07
WhatsApp Image 2025-08-06 at 14.36.32
WhatsApp Image 2025-08-06 at 14.36.33
WhatsApp Image 2025-08-06 at 14.37.32

OKU Timur – Universitas Nurul Huda sukses menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Instrumen Akreditasi Program Studi Kependidikan (IAPSK) 2.0 yang difasilitasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2025, bertempat di Aula Kampus A Universitas Nurul Huda, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Pelatihan ini diikuti oleh 41 dosen, yang merupakan task force Reakreditasi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Ekonomi, dan Pendidikan Bahasa Inggris, yang masa berlaku akreditasinya akan berakhir pada akhir tahun ini. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh dosen dari berbagai program studi kependidikan di Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ilmu Pendidikan, bahkan turut diikuti oleh dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Nurul Huda.

Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Muhammad Rusdi, S.Pd., M.Sc., selaku Dewan Pembina LAMDIK dan dosen Universitas Jambi. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan secara mendalam tentang teknis penyusunan IAPSK 2.0 sesuai dengan standar terbaru LAMDIK, mulai dari penjabaran indikator kinerja, pengisian borang, hingga strategi menghadapi proses asesmen lapangan.

Rektor Universitas Nurul Huda menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas mutu program studi, sekaligus memastikan kesiapan menghadapi reakreditasi. “Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap seluruh tim task force dan dosen memiliki pemahaman yang komprehensif tentang IAPSK 2.0, sehingga proses reakreditasi dapat berjalan optimal,” ujarnya.

 

Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi Universitas Nurul Huda untuk memperkuat budaya mutu akademik, memperkokoh jejaring dengan LAMDIK, serta memantapkan komitmen dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing nasional.